Selasa, 14 Januari 2025
Kebahagian Hidup
Hai, Nama saya Zen. Blog ini sekedar sarana bagi saya untuk tetap berada di dunia aksara. Terimakasih sudah mampir.
Kamis, 01 Desember 2022
Mendapat Kado dan Medali dari Peserta Didik setelah Hari Guru Nasional 2022
kemarin hari Senin pagi tanggal 28 November 2022, Saya
mendapatkan kejutan dari beberapa peserta didik yang mendadak berjubel
menyeruak masuk ke dalam kantor guru dengan menyerahkan sebuah bingkisan Kado
dan sebuah Medali bertuliskan “Best
TEACHER Ever” kepada saya. Sejenak setelah itu saya tidak tahu lagi harus
berkata apa. Namun pada akhirnya saya hanya bisa berucap “Terimakasih” atas
Kado dan Medalinya. Mereka bilang kedua barang tersebut adalah untuk saya dalam
rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25
November 2022 kemarin.
Sebenarnya bukan tanpa alasan saya mendadak sejenak tidak
tahu harus berkata apa. Namun kenyataannya adalah bagaimana mungkin seorang
Guru biasa tanpa skill multitalent
seperti saya ini bisa mendapatkan Medali bertuliskan “Best TEACHER Ever” dari para Peserta Didik? Mbok Yo Apa tidak
sebaiknya kata “Best” itu dihilangkan
saja? Saya tidak habis fikir akan cara jalan penilaian dari para Peserta Didik
tersebut. Sebagai Honorer yang sudah mengabdi selama sembilan tahun lebih tujuh
bulan di Sekolah Negeri, saya diberi jatah oleh pihak Sekolah untuk berangkat
tidak sampai enam hari dalam satu minggu dengan menempuh perjalanan waktu
antara 45 sampai 60 menit untuk sampai ke Sekolah mereka, saya bukan salah satu
pembina pramuka, saya juga bukan individu yang (cekatan, luwes, lihai
berorganisasi, pandai berargumentasi dan doyan Outdoor Activities), saya juga sadar diri bukanlah seorang guru multitalent, bahkan public speaking skill yang saya miliki saat ini masih jauh di bawah
kata standard.
Alhasil setelahnya, Sempat juga muncul beberapa fikiran
kurang positif karena saya merasa belum pantas menerimanya. Namun, untung saja
fikiran-fikiran tersebut segera saya tepis sehingga tidak menjadi-jadi dan
berekskalasi menjadi bermacam tafsir
negatif. Yang pasti saya sangat berterimakasih sekali kepada Peserta Didik
berinisial “D” beserta teman-temannya yang telah memberikan Kado tersebut dan
kepada Peserta Didik (Saya lupa siapa) yang telah memberikan Medali tersebut.
Saya menganggap Kado dan Medali tersebut pastilah bisa jadi mewakili suara hati
semua atau sebagian Peserta Didik yang ada di Sekolah tempat saya bekerja (saat
ini), dan kedua benda tersebut tentu akan saya anggap lebih berharga ketimbang
sebutir Emas. Jikapun barangkali suatu saat nanti ada seorang Kepala Daerah
atau seorang Menteri Pendidikan memberikan saya beraneka Medali Emas, tetap
akan saya pajang dan letakkan Medali bertuliskan “Best TEACHER Ever” tersebut pada tempat yang paling tinggi di dalam
lemari kaca antik saya kelak (InsyaAllah). Hal ini juga adalah sebagai bukti
anggapan bahwa “Meskipun kumal, tempat topi adalah di atas kepala sedangkan
tempat sepatu tetaplah di bawah kaki meskipun mahal harganya” adalah benar
adanya.
Sekali lagi saya menyampaikan rasa terimakasih kepada Peserta
Didik yang telah masuk ke dalam kantor Guru kemarin mewakili suara
teman-temannya yang lain seraya memberikan Kado dan Medali tersebut kepada
saya. Semoga isi dari Kado mereka mampu meringankan langkah saya di dalam
meniti dan menjalani kehidupan yang terkadang memang tidak harus cantik.
Saya juga berterimakasih untuk Catatan Kecil serupa Do’a di
dalam Kado tersebut yang ternyata bisa datang lebih cepat ketimbang Do’a dari
para Bandit-bandit berdasi yang duduk asik di kursi empuk Negeri ini. Saya
berharap para Peserta Didik bisa tetap semangat belajar, dan berupaya
menumbuhkan sembilan nilai integritas (jujur, mandiri, bertanggung jawab,
berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras) agar terselamatkan
dari akibat perilaku koruptif di masa mendatang. Demikian, Semoga juga kelak
mereka bisa meraih sukses tanpa harus menjatuhkan pihak lain dan juga berguna
bagi sesama.
Pemalang, 29 November 2022
Zenihuddin, S. Pd
Hai, Nama saya Zen. Blog ini sekedar sarana bagi saya untuk tetap berada di dunia aksara. Terimakasih sudah mampir.
Rabu, 26 Oktober 2022
Pilih tulisan atau gambar?
![]() |
| KomikStrip "Info PPPK" |
Menurut
saya efek penggunaan media (aksara) jauh lebih besar dalam rangka untuk
penyampaian sebuah Ide ketimbang media visual (gambar). Tidak heran apabila
penjualan berbagai informasi oleh penerbit buku, Koran, dan majalah kian laris
bak kacang goreng setiap harinya. Bahkan keberadaan tulisan sudah lebih dulu
dimanfaatkan oleh google supaya algoritma mesin pencariannya bisa berjalan maksimal
sampai saat ini. Namun demikian bukan tidak mungkin di masa depan efek
penggunaan gambar bisa jadi sampai sejajar dengan efek penggunaan tulisan dalam
bidang teknologi khususnya untuk kebutuhan berselancar mencari informasi di dunia
maya (internet), terlebih dengan Kemunculan AI (Artificial Intellegence) di
dalam bidang teknologi tentu akan mempercepat proses transformasi efektifitas kegunaan
media visual. Barangkali salah satunya adalah cukup dengan masukkan sebuah keyword
maka akan tercipta (regenerated) sebuah gambar-gambar yang dibutuhkan yang
merupakan hasil dari perpaduan kombinasi berbagai gambar oleh AI pada perangkat
Laptop Komputer atau Smartphone terkini.
Bagi
saya pribadi kegunaan gambar saat ini memang hanya sekedar untuk mendukung
rangkaian kata dalam penyampaian sebuah ide. Contohnya saja saya saat ini sebagai
seorang guru honorer atau non ASN (PPPK / PNS), ketika mengajar di dalam kelas bahasa Inggris terkadang
menggunakan media pembelajaran gambar visual namun hal tersebut hanya untuk
sekedar pendukung atau penghias materi yang saya sampaikan kepada peserta didik
supaya konsep materi esensial jauh lebih mudah ditangkap oleh peserta didik. Selebihnya
peserta didik diharapkan mampu untuk mempelajari materi yang lebih detail serta
kompleks melalui kegiatan dan praktek mandiri di luar jam pelajaran. Dugaan
saya, fenomena kegiatan dengan menggunakan gambar di dalam kelas seperti yang
saya terapkan di kelas bahasa Inggris tersebut juga kerapkali dijumpai di
tempat lain, Sekolah atau tempat pendidikan lain, pada sebagian besar mata
pelajaran, oleh guru yang berbeda. Sekalipun mata pelajarannya adalah matematika
yang penuh gambar angka atau malah sekalipun mata pelajarannya seni menggambar
itu sendiri namun boleh jadi gurunya dalam menyampaikan materi tentu lebih
banyak dalam bentuk tulisan atau lisan dari pada gambar-gambar.
Fakta
lain yang saya temukan terkait tulisan dan gambar adalah penggabungan keduanya seringkali
lebih sulit untuk diwujudkan. Hal ini berdasarkan pengalaman saya sendiri
ketika mencoba mengkomunikasikan ide dalam bentuk penggabungan keduanya.
Misalnya saja ketika saya mencoba membuat sebuah komik strip dengan panel yang
terbatas, sangat terasa sekali tingkat kesulitannya. Menggabungkan sastra (tulis)
dengan seni (gambar) hingga berwujud komik positif memang tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Terlebih lagi bagi mereka yang tergolong selektif
dengan tema – tema tertentu di dalam mewujudkan sebuah ide.
Terakhir,
bagaimanapun juga sejelek-jeleknya bentuk sebuah pencapaian dalam hal positif,
sejatinya memang perlu untuk dihargai. Bukan malah sebaliknya, pencapaian tersebut
hanya menjadi bahan olokan serta dipandang sebelah mata hingga akhirnya
meranggas oleh cibiran, ketidakpedulian.
Sebenarnya
tidak ada salahnya apabila seseorang hanya menggunakan tulisan atau gambar saja
untuk menyampaikan Ide karena keduanya ibarat lirik lagu dan music, keduanya
saling melengkapi sebagai sarana untuk menyampaikan sebuah pesan/Ide secara
elegan dan artistik.
Gimana? Pasti bingung ya bacanya?
Hai, Nama saya Zen. Blog ini sekedar sarana bagi saya untuk tetap berada di dunia aksara. Terimakasih sudah mampir.
Selasa, 18 Oktober 2022
Benarkah bahasa Inggris itu sulit dipelajari?
Saya masih ingat kata-kata dari salah satu dosen saya dulu, (alm) Drs. Ahmad Sofwan, Ph. D. ketika beliau menyinggung tentang LAD. Menurut beliau belajar bahasa Inggris itu sama halnya seperti belajar bahasa yang lain. Selama manusia memiliki Language Acquisition Device (LAD) yang tertanam dengan baik di dalam kepalanya, dan selama masih diberi kesehatan umur panjang, ada niat juga kemauan yang kuat untuk belajar, maka bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit akan mampu untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Beliau menyinggung juga tentang cerita kisah seorang anak bayi dari sebuah suku di salah satu negara Afrika yang diambil dan dibesarkan di negara lain, pada akhirnya setelah dewasa anak tersebut malah hanya mampu belajar dan menguasai bahasa dari pihak yang membesarkanya dan tidak bisa menggunakan bahasa asli suku di mana anak tersebut dilahirkan. Fenomena tersebut bisa terjadi tentu karena keberadaan LAD dan kesempatan serta kemauan untuk belajar bahasa yang dimiliki oleh anak tersebut.
Berbicara mengenai Belajar Bahasa Inggris, barangkali salah satu upaya untuk memulainya adalah dengan menerapkan sebagian kiat berikut ini dengan konsisten. Berikut ini sedikit kiat-kiat yang saya peroleh dari pengalaman pribadi serta beberapa sumber yang pernah saya baca sebagai bahan edukasi bersama untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi mereka yang masih berada pada fase belajar bahasa Inggris.
Pertama kali tentukan tujuan di dalam mempelajari bahasa Inggris. Hal ini penting supaya kita bisa TERMOTIVASI fokus lurus berjalan menapaki proses belajar yang bisa jadi lama, dan menjenuhkan, serta berpotensi bagi kita untuk melenceng di tengah perjalanan menuju sukses menguasai bahasa Inggris. Dengan adanya Tujuan yang jelas akan membentuk MOTIVASI yang kuat ketika mempelajari bahasa Inggris. Misal saya ingin lancar berbahasa Inggris karena sabagai syarat kuliah di luar negeri, atau saya ingin mendapatkan nilai memuaskan dalam mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah, atau saya ingin mengembangkan usaha saya sampai keluar negeri, dan syaratnya adalah dengan menguasai bahasa Inggris terlebih dahulu, dll.
3. Menambah kosakata (Vocabulary).
4. Pengetahuan Basic Grammar itu penting.
Ingat tidak sewaktu kita masih berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD), bapak ibu guru kita pernah mengajarkan tentang apa itu S, P, O, dan K? di dalam pelajaran SD bahasa Indonesia kita mengenal istilah S sebagai Subjek, dan P sebagai Predikat. S,P,O,K merupakan Part of speech. Lalu bagaimana kedudukan S,P,O,K di dalam bahasa Inggris? Tentu saja sama kedudukannya seperti halnya dalam bahasa Indonesia, keduanya merupakan bagian dari unsur tata bahasa. Hanya saja berbeda di dalam penamaannya. Misal Predikat di dalam bahasa Inggris bernama Verb atau to be. Verb seringkali menyesuaikan dengan tenses yang digunakan di dalam sebuah kalimat. Misal arti kata "memakan" di dalam bahasa Inggris (Simple Present Tense) yaitu "eats" akan berubah menjadi "is eating" jika makna nya "sedang makan" (Present Continuous Tense). Perubahan tersebut merupakan bagian contoh kecil dari apa yang dinamakan "Grammar". Belajar "English Grammar" saya rasa perlu sebelum mempraktekan bermacam keterampilan berbahasa. Kemudian dalam rangka belajar bersama mengenai Grammar bahasa Inggris ini, saya telah membuat video tutorial sederhana tentang penggunaan Grammar yang saya kemas di dalam bentuk komik ilustrasi bergambar sederhana untuk kemudian saya upload ke dllam Channel Youtube. Monggo barangkali ada yang berminat untuk ikut belajar bareng serta berbagi tutorial grammar tersebut bisa kunjungi Channel Youtube saya.
5. Jangan Takut, Ragu, atau Malu ketika membuat kesalahan.
6. Latihan, dan berinteraksi dengan menggunakan bahasa Inggris.
Hai, Nama saya Zen. Blog ini sekedar sarana bagi saya untuk tetap berada di dunia aksara. Terimakasih sudah mampir.
Kamis, 06 Oktober 2022
Pengalaman mendaftar PGP
Pendidikan Guru Penggerak atau disingkat PGP adalah pendidikan untuk mencetak para pemimpin pembelajaran. Saat ini Program PGP sudah hampir memasuki angkatan yang ke 10. Para pesertanya adalah guru-guru yang telah memiliki pengalaman mengajar di atas 5 tahun dan memiliki akun SIMPKB. Pendaftaran PGP dilakukan dengan cara mengunggah berkas-berkas seperti KTP, SK Pembagian Tugas, Surat Ijin Atasan, RPP, Surat Rekomendasi dari rekan sejawat, dll. Melalui akun SIMPKB. Selain mengunggah berkas, Pendaftar PGP juga diharuskan melengkapi Curriculum Vitae (CV) dan menulis jawaban atau essai yang terdiri atas 5 pertanyaan beranak pinak dengan jawaban essai yang diharuskan memiliki jumlah karakter bervariasi antara 500-7000 tanpa ada nya unsur plagiarisme.
Proses seleksinya, terdiri dari dua tahapan yaitu tahap satu berupa pengisian CV dan Essai. Kemudian tahap dua yaitu simulasi mengajar selama 10 menit, dan wawancara selama sekitar 60 menit. Selama proses seleksi, dari mulai pendaftaran sampai pengumuman kelulusan seleksi tahap dua, Para pesertanya belum bisa menyandang sebutan Guru Penggerak. Bahkan ketika mereka sudah mulai menjalani Pendidikan Guru Penggerak, status mereka adalah masih sebagai Calon Guru Penggerak (CGP).
Saya sendiri sudah beberapa kali mendftar CGP. Pertama kali saya mendaftar CGP angkatan ke 5 di penghujung tahun 2021 sekitar bulan Oktober atau November. Waktu itu saya mengisi CV dan Essai dan hasilnya saya lolos seleksi tahap satu tersebut. Namun sayang setelah seleksi tahap dua di awal tahun 2022, saya dinyatakan tidak lolos CGP Angkatan 5.
Selang beberapa bulan kemudian, telah dibuka kembali pendaftaran CGP Angkatan yang ke 7. Sayapun kembali ikut mendaftar, namun gagal lolos pada seleksi tahap satu.
Terakhir di bulan september tahun 2022 ini, Kemendikbudristek telah membuka kembali CGP untuk angkatan 8, 9, 10 secara serentak dengan kuota yang melimpah. Kali ini sayapun mencoba peruntungan untuk mendaftar kembali. Kemarin tanggal 30 September 2022 jam 23.59 WIB adalah batas waktu terakhir pendaftaran dan saya sendiri telah selesai mengirimkan berkas pendaftaran melalui SIMPKB beberapa hari sebelum tanggal penutupan.
Konon, Sertifikat yang didapat melalui proses Pendidikan Guru Penggerak Selama 6-9 Bulan ini merupakan salah satu syarat bagi seorang guru untuk menjadi seorang Kepala Sekolah. Mengingat keadaan saya sekarang, saya sendiri sebetulnya tidak terlalu berharap banyak akan bisa menjalani PGP dengan baik apabila lolos seleksi tahap kedua nantinya. Namun paling tidak saya sudah pernah ada usaha untuk mengikutinya dan sepercik harapan untuk sedikit menerangi dunia pendidikan itu masih ada. Sekian dan terimakasih.
Hai, Nama saya Zen. Blog ini sekedar sarana bagi saya untuk tetap berada di dunia aksara. Terimakasih sudah mampir.





%20edit.jpg)